
5. Meningkatkan risiko kanker
Dalam beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuk senyawa karsinogenik, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging.
Mengutip studi terbitan Nutrition and Cancer (2013), keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.
BACA JUGA: Dampak Buruk Junk Food Bagi Anak, Ibu-ibu Harus Tahu!
Kedua senyawa ini mampu menyebabkan mutasi genetik. Sel-sel tubuh pun bisa berubah menjadi ganas dan memicu penyakit kanker.
6. Picu keringat berlebih
Saat makan, tubuh menggunakan energi ekstra untuk memecah makanan tersebut. Energi ini akhirnya menyebabkan tubuh terasa panas atau disebut dengan termogenesis.
BACA JUGA: 5 Dampak Minum Kopi Bagi Balita, Awas Jangan Dibiasakan!
Secara umum, panas yang dihasilkan tidak memicu kenaikan suhu yang drastis. Beda jenis makanan, beda pula tingkat panas yang dihasilkan.
Makanan yang lebih mudah dipecah tentu tidak memerlukan banyak energi, contohnya karbohidrat. Sementara itu, daging tersusun atas protein yang memerlukan waktu lama agar bisa dipecah.
7. Memicu sembelit
BACA JUGA: Daftar Makanan untuk Meningkatkan Hemoglobin, Apa Saja?
Pada dasarnya, daging merupakan salah satu makanan kaya protein yang diperlukan tubuh. Sayangnya, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.