Kepri dapat Hibah dari Amerika, Akan Digunakan untuk Apa?

Kepri dapat Hibah dari Amerika, Akan Digunakan untuk Apa? - GenPI.co KEPRI
Gubernur Kepri Ansar Ahmad rapat bersama pihak MCC Amerika Serikat. Foto: Humas Pemrov Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pengembangan Pelabuhan Kuala Riau yang merupakan integrasi Pelantar I dan II  adalah bagian komprehensif dari kota Tanjung Pinang.

"Selama ini digunakan untuk kepentingan logistik masyarakat dan kondisinya sudah sangat padat dengan alur lalu lintas hanya satu jalur,” kata Ansar dalam rapat dan presentasi Program Compact-2 MCC di Gedung Daerah, Tanjung Pinang, Kamis (7/4), dikutip dari siaran pers Pemrov Kepri.

Tujuan integrasi pelabuhan tersebut adalah untuk memudahkan alur logistik yang selama ini dwelling timenya memakan waktu rata-rata satu minggu.

BACA JUGA:  Pemrov Kepri Beri Dana Hibah Keagamaan di Anambas, Jumlahnya Wow!

Selain itu Pelabuhan Sri Bintan Pura dan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat yang berdekatan akan semakin terintegrasi jika pengembangan Pelabuhan Kuala Riau ini terealisasi.

Ansar juga berjanji akan komitmen mempersiapkan kelengkapan seluruh persyaratan yang diperlukan, dan siap memberikan keterangan terkait masukan dan pertanyaan dari pihak MCC.

BACA JUGA:  Puluhan Masjid di Karimun dapat Dana Hibah, Sumbernya dari Mana?

"Agar tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat. Kalau ini dibangun dengan komprehensif bisa menjadi workway masyarakat dan menambah performance Kota Tanjung Pinang,” kata Ansar.

Environmental and Social Associate Director MCC Jason Jones menyampaikan saat ini hibah Compact tersebar di 24 negara di seluruh dunia dan kebanyakan dari Afrika. Tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:  Ini Jaminan Gubernur dalam Penyerahan Bantuan Dana Hibah

"Dana compact akan cair di awal 2024 dan akan ada tenggat 5 tahun yang sangat ketat sehingga harus berakhir di 2029,” ujarnya.

Berita Sebelumnya
Berita Selanjutnya