
"Kenaikan harga sayur-sayuran seperti bayam dan kangkung yang disebabkan oleh faktor cuaca yang berpengaruh terhadap penurunan pasokan," sebutnya.
Musni menjelaskan secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 1,12 persen (mtm) dan 0,83 persen (mtm).
"Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam mengalami inflasi sebesar 4,39 persen (yoy), dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 3,39 persen (yoy)," lanjutnya.
BACA JUGA: Kabar Gembira dari Batam, Ekonomi Meningkat Tajam
Musni menambahkan, penyebab utama komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Batam adalah minyak goreng, angkutan udara dan bayam.
Sedangkan komoditas penyumbang inflasi di Kota Tanjung Pinang adalah minyak goreng, mobil dan bayam.
BACA JUGA: Pemko dan BP Batam Dipadukan untuk Genjot Ekonomi
"Yang perlu dijaga pada Mei ini, terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain dampak lanjutan dari kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap kenaikan barang dan jasa lainnya,” ujarnya.
Selain itu juga gangguan cuaca terhadap hasil panen komoditas hortikultura. (*)
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Batam Tertinggi di Kepri, Sebegini Capaiannya
Simak video menarik berikut: