Masalah Lingkungan Mengkhawatirkan, AJI dan Auriga Gerak Bareng

Masalah Lingkungan Mengkhawatirkan, AJI dan Auriga Gerak Bareng - GenPI.co KEPRI
AJI se-Sumatera dalam workshop lingkungan yang digelar di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi AJI Batam.

Menurut Adi, jurnalis perlu berkontribusi dalam gerakan bersama di semua wilayah pulau ini. Kolaborasi tersebut, meliputi peningkatan kapasitas jurnalis untuk meliput isu lingkungan, liputan bersama, berbagi dan membangun pusat informasi serta kampanye menjaga lingkungan.

Adi mengatakan, kesepakatan tersebut muncul dalam pertemuan para ketua AJI se-Sumatra yang digelar di Banda Aceh pada 18-19 Mei 2020.

Para jurnalis tersebut berkumpul di Aceh untuk menghadiri workshop jurnalisme lingkungan yang digelar Yayasan Auriga Nusantara.

BACA JUGA:  Polisi Jalan Kaki Keliling Pantai Trikora, dalam Rangka Apa?

Dalam workshop itu, para jurnalis mendalami teknik membaca data lingkungan Pulau Sumatra dari database yang sudah dibangun Yayasan Auriga. Antara lain, di situs auriga.or.id, mapbiomas.nusantara.earth, trase.earth serta pasopati.id.

Selain itu, diskusi dengan isu lingkungan juga digelar dengan melibatkan perguruan tinggi dan gerakan masyarakat sipil.

BACA JUGA:  Kebun Raya Batam, Cocok Jadi Destinasi Wisata Bersama Keluarga

Di antaranya Yayasan Ekosistem Lestari, Jurnalis Peduli Lingkungan (JPL) Aceh, STIK Chik Pante Kulu, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Gerakan Anti Korupsi (GeRAK), Yayasan HAKA, dan WALHI Aceh.

Ketua Tim Program Auriga Nanang Farid Syam mengatakan, pihaknya menyambut baik kesepakatan para jurnalis di Sumatra untuk berkolaborasi dan membangun jaringan dengan masyarakat sipil.

BACA JUGA:  Ini Pesan Wamen KLHK untuk Sektor Pariwisata Alam

"Kawan-kawan jurnalis dapat memanfaatkan data dari database yang sudah kita bangun. Kita juga siap mendukung kerja sama dengan kalangan masyarakat sipil," katanya. (*)

Berita Selanjutnya