
Setelah cuaca panas ekstrem berakhir, Kepri akan memasuki periode puncak hujan pada September-Desember.
Menurut Suratman, panas nan terik dan kelembapan rendah bisa menyebabkan berbagai benda mudah terbakar.
Misalnya, pepohonan, sampah, dan dedaunan. Suratman pun mengimbau masyarakat menjaga lingkungan sebaik-baiknya.
“Diimbau senantiasa menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, seperti membakar sampah tanpa diawasi, membuka lahan dengan cara dibakar, dan lain-lain,” kata Suratman. (ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?