Singapura dan Korsel Tertarik Bisnis Rumput Laut di Kepri

08 Juli 2022 17:00

GenPI.co Kepri - Investor asing dari Singapura dan Korsel tetarik untuk membangun bisnis rumput laut di Kepri. Para pengusaha dari kedua Negara itu pun berkunjung ke Kepri.

"Tadi kami ajak pengusaha asal Singapura dan juga tim riset untuk kepentingan Korea Selatan mengelilingi Perairan Tanjung Pinang dan Bintan,” Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) Tengku Said Arif Fadillah, Jumat (8/7).

Kunjungan ini merupakan yang perdana dan difasilitas oleh Staf Ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

BACA JUGA:  Kartu Kusuka, Mudahkan Nelayan Mengakses Solar Subsidi

Arif berharap para investor itu tertarik menanamkan modalnya membuka usaha pengelolaan rumput laut sehingga memiliki nilai tambah dibanding diekspor dalam kondisi mentah.

"Kami ingin mereka bangun pabrik rumput laut yang melibatkan masyarakat nelayan lokal," tuturnya.

BACA JUGA:  34 Ribu Nelayan di Kepri dapat Asuransi Tenaga Kerja

Arif mengatakan di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat, bisnis rumput laut cukup menggairahkan lantaran harga rumput laut mencapai Rp35.000 per kg. Sementara harga rumput laut di Kepri rata-rata sekitar Rp10.500 per kg.

"Itu (penjualan rumput laut di NTB) disebabkan rumput laut tidak dijual mentah, melainkan sudah diolah menjasi tepung," katanya.

BACA JUGA:  Nelayan Kepri Didorong Kembangkan Rumput Laut

Seorang pengusaha asal Singapura Michael, sudah membangun bisnis rumput laut di sejumlah wilayah timur Indonesia.

Michael dan rekan bisnisnya tertarik untuk membangun bisnis rumput laut di Kepri, wilayah barat Indonesia.

"Dia (Michael) tidak sendiri, melainkan bersama rekan bisnisnya dalam konsorsium membangun bisnis rumput laut di Kepri. Mereka ini pengusaha yang memang fokus mengembangkan bisnis rumput laut," ujarnya.

Selain itu, dua orang peneliti dari MT CRC Korea Selatan (Korsel) yang berkolaborasi dengan peneliti asal Institut Teknologi Bandung (ITB) juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Mereka merupakan utusan dari pengusaha Korsel, yang tertarik membangun bisnis rumput laut di Kepri.

"Biasanya memang dilakukan penelitian terlebih dahulu sebelum investor asal Korsel berinvestasi," ucapnya.

Dalam kunjungan selanjutnya, Arif akan membawa para pengusaha dan peneliti tersebut mengelilingi Pulau Moro, Kabupaten Karimun dan beberapa lokasi pengembangan rumput laut Kabupaten Lingga.

"Tadi gelombang tinggi sehingga kami urung ke Lingga dan Moro," katanya. (ant)

Redaktur: Asrul Rahmawati

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co KEPRI