Wah! 11 Usulan Program prioritas Kepri Diakomodasi Musrenbangnas

17 Juni 2022 15:58

GenPI.co Kepri - Sebanyak 11 usulan program prioritas Pemerintah Provins (Pemrov) Kepri diakomodasi dalam Musrenbangnas tahun 2022.

Sebelumnya, Pemrov Kepri mengusulkan 28 proyek program prioritas, namun dari total jumlah tersebut yang diakomodir sebanyak 11 usulan.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad meyakini kesebelas program ini bisa menjadi daya dukung Provinsi Kepulauan Riau terhadap pembangunan nasional.

BACA JUGA:  Proyek Jembatan Babin Dilelang Tahun Ini, Cek Jadwal Pastinya

Terutama sekali program pembangunan Jembatan Babin (Batam-Bintan) yang bertujuan mengurangi kesenjangan kesejahteraan antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.

"Semakin meningkatnya arus barang dan jasa antara Batam dan Bintan sekarang ini membutuhkan infrastruktur penghubung yang memadai seperti jembatan," kata Ansar, Kamis (16/6).

BACA JUGA:  Ansar Gaspol Pembebasan Lahan Jembatan Babin, Tapi Ada Kendalanya

Sebelas usulan program prioritas yang diakomodir Musrenbangnas tahun 2022 adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan, pembangunan jalan lintas barat lanjutan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Bintan.

Kemudian pembangunan bangunan pengendali banjir Batam-Bintan, pembangunan pelabuhan samudera Teluk Buton Natuna, penyediaan air baku DAS Kawal Tahap 2, pemberdayaan dan pembinaan kemitraan usaha sebagai pemasok industri pariwisata.

BACA JUGA:  Hampir Kelar, Pembebasan Lahan Jembatan Babin Capai 90 Persen

Lalu pembangunan flyover Simpang Kabil, jumlah siswa SMK yang tersertifikasi, jumlah tenaga kependidikan yang ditingkatkan kompetensinya, dan tenaga kerja industri yang mendapatkan sertifikat kompetensi.

Ansar mengatakan, untuk pembangunan Jembatan Batam –Bintan ia optimistis jembatan tersebut mampu mendukung perkembangan perekonomian khususnya di sektor industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, dan perikanan di kedua pulau.

Sekaligus dapat menjadi pemicu berkembangnya kawasan baru di sepanjang koridor Jembatan Batam-Bintan.

Selain itu, pembangunan ruas  jalan lintas barat lanjutan menjadi usulan dari Pemerintah Provinsi Kepri karena belum adanya ruas jalan yang menguntungkan langsung wilayah utara pulau Bintan di Tanjung Uban dengan wilayah timur Pulau Bintan di kota Kijang.

"Sekarang arus barang dan jasa menjadi lambat karena harus ke kota Tanjung Pinang dulu akibatnya waktu dan biaya transportasi menjadi tidak efisien," kata Ansar.

Selanjutnya, penyelesaian krisis air bersih juga menjadi prioritas Pemrov Kepri, dengan pembangunan SPAM Regional Pulau Bintan.

Dengan semakin sering terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau maka dibutuhkan pasokan air bersih untuk memasok kebutuhan masyarakat pulau Bintan, ditambah dengan semakin meningkatnya aktivitas perekonomian sejalan dengan meningkatnya kebutuhan air bersih. (*)

Redaktur: Asrul Rahmawati

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co KEPRI